Usaha budidaya ikan air deras (running water system) belum begitu lama
dimulai di Indonesia, sistem ini baru berkembang sekitar akhir 1970.
Sistem air deras dewasa ini banyak diminati karena dapat memberikan
hasil yang cukup tinggi dalam kurun waktu pemeliharaan yang relatif
singkat sehingga akan memberikan keuntungan yang tinggi bagi
pengelolanya.
Sesuai dengan namanya, budidaya sistem air deras memanfaatkan aliran air
deras untuk mempercepat pertumbuhan ikan yang dipelihara. Budidaya
dengan air deras dapat dibagi menjadi beberapa jenis meliputi kolam air
deras, kolam drum dan kolam parit. Jenis ikan yang dipelihara harus
merupakan jenis ikan yang bersifat reotaksis positif (menyenangi arus),
dan bentuk tubuh ikan tidak pipih sehingga memudahkan untuk bergerak
melawan arus, Sampai saat ini jenis ikan yang memenuhi kriteria di atas
hanya ikan mas (Cyprinus carpio).
Selain fungsinya sebagai wadah pemeliharaan ikan, budidaya ikan dengan
sistem air deras ini juga memberikan fungsi tambahan karena pagar/sekat
yang di pasang di saluran air dapat digunakan sebagai penyaring sampah,
sehingga saluran air lebih mudah dibersihkan.
Keuntungan lain yang diberikan oleh sistem air deras ini adalah:
- Ketersediaan oksigen yang cukup bagi ikan akan selalu terjaga, karena aliran air deras mampu menyediakan oksigen terlarut pada tingkat jenuh,
- Proses pemeliharaan kolam/wadah akan lebih mudah, karena aliran air akan mempermudah pembuangan sisa pakan ataupun sisa metabolisme ikan,
- Tingkat kepadatan ikan yang dapat dipelihara dalam kolam air deras akan sangat tinggi karena jumlah oksigen terlarut dalam air selalu tinggi sehingga produktivitas wadah juga akan meningkat,
- Biaya produksi dan biaya pemeliharaan relatif rendah dan cara pembuatan wadah juga cukup mudah,
- Pembudidaya akan lebih mudah melakukan pengontrolan,
- Proses panen akan menjadi lebih mudah, terutama untuk sistem kolam drum.
Budidaya kolam air deras merupakan salah satu usaha budidaya yang dapat
dilakukan oleh semua kalangan petani, karena selain memerlukan modal
yang relatif kecil, juga dapat dilakukan dengan skala kecil dengan
keuntungan yang diberikan masih memadai sebagai penghasilan tambahan.
Kolam air deras dibuat dengan cara memasang sekat-sekat baik kayu maupun
kawat pada saluran air yang berarus cukup deras misalnya pada sungai
kecil. Ukuran dari kolam ini tidak terlalu besar umumnya hanya sekitar
50 m2, dan bentuknya bisa berbagai macam misalnya bujur sangkar, persegi
panjang, bulat atau segitiga, tetapi bentuk yang lazim digunakan adalah
persegi panjang.
BENTUK KOLAM AIR DERAS
1. Kolam Air Deras Bentuk Segi Empat
Sistem pengairan ada yang menggunakan seri, ada juga yang parallel.
Konstruksi kolam pada saluran pemasukan dibuat miring kearah pintu
pengeluaran, dengan tujuan kalau dikuras, kotoran dalam kolam dapat
hanyut keluar kolam. Pada bagian terdalam dibuatkan saluran penguras
berbentuk monik. Fungsi lain monik dari monik adalah dapat digunakan
untuk menentukan tinggi rendahnya air dalam kolam, yaitu dengan mengatur
susunan papan kayu yang ada setinggi yang diinginkan. Ukuran kolam
selain tergantung pada letak dan kondisi tempat, juga tergantung dari
kebutuhannya. Pada saluran pemasukan dipasang saringan air, sedangkan
pada saluran pengeluaran dibuat pintu berbentuk monik.
![]() |
Kolam air deras berbentuk segi empat |
2. Kolam Air Deras Bentuk Segi Tiga
Konstruksi untuk kolam seperti ini dibuat sedemikian rupa, sehingga
terdapat tempat yang dalam, miring dan melandai, tujuannya adalah
apabila dikuras, kotoran dalam kolam dapat hanyut ke luar kolam.
Bentuk kolam sengaja dibuat siku-siku, dengan dasar kolam terdalam
terdalam pada sudut siku-sikunya. Di dekat sudut siku-siku dibuat
saluran penguras berbentuk monik. Dengan konstruksi tersebut diharapkan
akan timbul pusaran (pengadukan) pada sisis siku-siku terpanjang
sehingga kotoran maupun sisa pakan dapat hanyut keluar. Dengan demikian
selain kolam selalu bersih, kandungan oksigennya pun cukup tinggi.
3. Kolam Air Deras Bentuk Oval
Konstruksi kolam dibuat sama seperti pada kolam bentuk segi empat, yang
berbeda hanya bentuk sudutnya yang berbeda. Tujuannya membangun kolam
seperti ini adalah dengan harapan akan lebih banyak lumpur, kotoran dan
sisa-sisa pakan yang bisa dihanyutkan keluar kolam.
![]() |
Kolam air deras berbentuk oval |
Pada umumnya luas kolam kurang dari 50 M2, tetapi ada pula yang hanya
berukuran luas 30 M2 dengan panjang 10 m dan lebar 3 m, kedalaman dekat
saluran pemasukan 125 cm, kedalaman pada saluran pengeluaran 170-200 cm.
pada saluran pengeluaran dibuat pintu berbentuk monik.
4. Kolam Air Deras Bentuk Tak Beraturan
Pada pembuatan kolam seperti ini, bangunan dan bentuknya disesuaikan
dengan kondisi tempat (topografi, elevasi, luas tanah). Adapun luas dan
dalamnya bervariasi, menurut selera pemilik. Tetapi prinsip pembuatan
kolamnya tidak akan menyimpang dari persyaratan kolam air deras.
![]() |
Kolam air deras berbentuk tidak beraturan |
PEMBUATAN KOLAM
Sebelum membuat kolan air deras, kita harus menhetahui terlebuh dahulu
bagian-bagian dari kolam air deras tersebut. Setiap KAD memiliki 6
bagian pokok, yaitu saluran pemasukan, lubang pemasukan, saringan,
pematang, dasar kolam, lubang pembuangan, saringan, dan saluran
pembuangan.
1. Saluran pemasukan
Bagian ini dibuat dekat dengan sungai, atau sumber air, yaitu setelah
kolam pengendapan, atau filter. Ukuran panjang, lebar, dan tinggi
saluran pemasukan tergantung dari debit air yang akan dialirkan, dan
jumlah KAD yang akan dibangun.
![]() |
Saluran pemasukan air kolam air deras |
Untuk 10 buah KAD yang berukuran panjang 10 m, lebar 3 m, dan tinggi 2
m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan panjang 40 m, lebar 1 m, dan
tinggi 0,7 m. Tentu saja bagian ini harus dibuat dari beton, agar kuat
dan kokoh, tidak mudah terkikis oleh aliran air.
2. Lubang pemasukan dan saringan
Bagian ini dibuat berhubungan langsung dengan saluran pemasukan. Ukuran
lebar dan tinggi lubang pemasukan tergantung dari lebar KAD. Ini sangat
berkaitan erat dengan debit air yang akan dimasukan ke KAD. Untuk KAD
yang lebarnya 3 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan lebar 40 – 50
cm, dan tinggi 15 – 20 cm.
![]() |
Lubang pemasukan air yang dilengkapi saringan pada kolam air deras |
Pada bagian ini dibuat sekoneng, atau coakan secara vertikal dengan
lebar 2 – 3 cm, dan dalam 1 – 2 cm. Coakan itu berfungsi sebagai tempat
memasang saringan. Saringan sebaiknya dibuat dari besi, atau behel
ukuran minimal 5 mm. Behel itu dilas secara vertikal pada besi segi
empat dengan jarak 0,5 – 1 cm. Saringan berfunsi untuk menahan sampah,
ranting dan kotoran lainnya.
3. Pematang
Pematang adalah bagian penting dari KAD. Pematang dibuat sekeliling
kolam dengan posisi tegak lurus, tidak miring seperti kolam tanah.
Tinggi pematang pada KAD umumnya antara 1,5 – 1,8 m. Pada lubang
pemasukan 1,5 m, sedangkan pada lubang pengeluaran 1,8 m. Lebar pematang
sebaiknya minimal 30 cm, semakin lebar semakin kuat. Bagian ini harus
kuat dan kokoh. Karena selain harus dapat menahan aliran air, kikisan
air, juga harus bisa menahan volume air yang sangat besar. Karena itu,
bagian ini dibuat dari beton, atau campuran pasir, badu, kerikil dan
pasir. Semennya lebih banyak. Seluruh permukaan pematang harus halus,
agar ikan tidak terluka.
![]() |
Pematang kolam air deras |
4. Dasar kolam
Dasar kolam adalah bagian bawah KAD. Bagian ini dibuat melandai dari
lubang pemasukan ke lubang pengeluaran. Tujuannya agar air dalam KAD
mudah dikeluarkan dengan dasar kering. Selain melandai, bagian ini juga
harus cekung. Tujuannya agar semua kotoran terkumpul di tengah, sehingga
mudah terbawa arus air dengan mudah. Dasar kolam juga harus kuat, agar
tidak bocor akibat tekanan air yang sangat besar, dan juga kikisan air.
Karena itu bagian ini dibuat dari beton seperti halnya pematang. Tetapi
betonya harus tebal. Agar tidak melukai ikan, terutama ketika panen,
maka seluruh permukaan dasar kolam harus halus. Selain itu pada dasar
kolam yang halus, kotoran lebih mudah terbawa arus.
5. Lubang pembuangan dan saringan
Lubang pembuangan adalah lubang untuk membuang air, pada saat penen, dan
juga sehari-hari. Bagian ini dibuat pada dinding belakang dari lebar
kolam. Letaknya di bagian bawah dengan lebar 30 – 40 cm, dan tinggi 20 –
30 cm. Untuk menetapkan ketinggian air kolam, maka pada bagian belakang
lubang pengeluaran dibuat sekoneng dengan lebar 3 – 4 cm, dan dalam cm.
Bagian itu digunakan sebagai tempat untuk memasang papan sebagai
penehan ketinggian air KAD.
![]() |
Pintu monic sering digunakan untuk pintu pembuangan kolam air deras |
Saringan dipasang pada bagian itu dengan lebar dan tinggi sama dengan
lebar dan tinggi lubang pembuangan. Saringan yang dibuat sama dengan
saringan pada lubang pemasukan. Bagian ini berfungsi untuk menjaga agar
ikan tidak keluar, tetapi kotoran, seperti lumpur, sisa pakan, dan
kotoran ikan bisa keluar.
6. Saluran pembuangan
Saluran pembuangan adalah bagian untuk membuang seluruh air dari KAD.
Bagian ini dibuat di belakang, dan berhubungan langsung dengan lubang
pengeluaran. Letaknya harus lebih rendah dari dasar kolam. Tujuannya
agar seluruh air kolam dapat kering. Saluran pembuangan harus lebih
lebar dari saluran pemasukan. Demikian juga dengan tingginya. Karena
harus bisa menampung air dari beberapa KAD yang telah dibuat. Selain itu
juga harus lebih kuat dan kokoh karena tekanan airnya lebih besar dari
saluran pemasukan.
![]() |
Saluran pembuangan air kolam air deras |
Sumber :
1. Modul Keteknikan Budidaya Perikanan
3. https://www.lalaukan.com/2017/01/wadah-budidaya-perikanan-kolam-air-deras.html
Komentar
Posting Komentar